Sabtu, 11 Oktober 2014

Sebelum kita membahas lebih jauh lagi apa-apa saja masalah kesehatan yang sering dihadapi masyarakat perkotaan, ada baiknya jika kita bahas satu per satu apa saja tipe-tipe masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan. Berikut adalah tipe-tipe masyarakat perkotaan yang sering kita temui: o Masyarakat paksaan. Contohnya negara dan tawanan. o Masyarakat merdeka. Tipe ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu:  Masyarakat nature/alamiah, yaitu masyarakat yang terjadi dengan sendirinya. Contohnya sekumpulan suku yang bertalian dengan hubungan darau atau keturunan.  Masyarakat kultur, yaitu masyarakat yang terjadi karena kepentingan keduniaan atau kepercayaan, misalnya koperasi, kongsi perekonomian, gereja dan sebagainya. Kebutuhan akan masalah kesehatan masyarakat di daerah perkotaan jelas berbeda jika dibandingkan dengan masyarakat pedesaan. Tentu saja jika dilihat dari jumlah penduduk, daerah perkotaan jelas memiliki jumlah penduduk jauh lebih besar daripada pedesaan. Belum lagi jika dilihat dari aspek kondisi lingkungan, mata pencaharian, pola kehidupan, stratifikasi, mobilitas, pola interaksi, solidaritas dan kedudukan dalam hierarki administrasi nasional. Secara harfiah, fasilitas kesehatan yang ada di daerah perkotaan tidak jauh beda dengan yang ada di daerah perkotaan. Puskesmas, klinik, apotek, semuanya tersedia baik di kota maupun di desa. Hanya saja, yang membedakan adalah kualitas dan kuantitas. Di daerah perkotaan, tentu saja fasilitas yang dimiliki jauh lebih lengkap jika dibandingkan dengan pedesaan. Lalu dari segi pengunjung atau pasien pastilah lebih banyak daripada di desa. Dari semua kelebihan dari fasilitas kesehatan di kota, tentunya tidak ada alasan bagi siapapun untuk tidak mempergunakannya sebaik mungkin. Namun, dewasa ini orang-orang enggan untuk memeriksakan diri mereka ke fasilitas kesehatan terdekat dikarenakan berbagai alasan. Antara lain jarak yang terlalu jauh dri tempat tinggal, fasilitas yang kurang lengkap, pelayanan kurang memuaskan dan masih banyak lagi alasan lainnya. Kalau sudah begini, tugas kader-kader kesehatan-lah yang bisa mendorong dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya memeriksakan kesehatan sejak dini.

1 komentar: